Wasit fans Messi pimpin Madrid v Barca
Wolfgang Stark pimpin El Clasico Eropa
Sepanjang belasan tahun menjadi wasit profesional, Stark sudah memimpin beberapa laga internasional bergengsi. Selain menjadi wasit di Piala Dunia U-20 2007, Stark juga dipercaya memimpin beberapa laga di Olimpiade 2008 serta tiga laga Piala Dunia 2010.
Salah satu pertandingan yang dipimpin Stark di Afrika Selatan adalah Argentina vs Nigeria di Grup B, yang berkesudahan 1-0 untuk Tim Tango. Di kesempatan tersebutlah Stark terang-terangan menyatakan kalau dirinya mengagumi sosok Lionel Messi.
“Dia salah satu pemain terbaik di dunia, hanya ada sedikit yang seperti dia. Menyenangkan melihatnya bermain. Saya ingin memiliki jersey-nya tentu saja. Tapi saya pikir banyak pemain Nigeria tertarik memilik bajunya,” sahut Stark saat itu.
Dikutip dari AS, Stark tercatat sudah lima kali memimpin laga yang melibatkan Barcelona. Dari jumlah tersebut The Catalans meraih satu kemenangan, tiga imbang dan sekali kalah.
Sementara Madrid sudah enam kali menjalani laga yang dipimpin Stark. Dari jumlah tersebut tiga di antaranya berakhir dengan kemenangan El Real, sekali imbang dan dua kekalahan.
Salah satu kepemimpinan Stark yang sempat dianggap merugikan Madrid adalah dalam laga 16 besar musim ini kontra Olympique Lyon. Stark sempat diprotes Jose Mourinho usai laga karena tak memberikan hadiah penalti atas sesuatu yang disebut Mourinho sangat layak didapat timnya. Laga tersebut berkesudahan 1-1.
Namun laga paling kontroversial yang dimpimpin Stark adalah semifinal Piala Dunia U-20 antara Argentina vs Chile di tahun 2007. Ketika itu dia mengeluarkan tujuh kartu kuning dan dua kartu merah untuk Chile, sementara pada pemain Argentina dia mengeluarkan dua kartu kuning.
Total ada 53 pelanggaran terjadi dalam laga tersebut, dengan 30 di antaranya dilakukan oleh Chile. Saat pertandingan usai Stark dan hakim garisnya sempat dikepung pemain Chile dan harus meninggalkan lapangan dalam kawalan polisi.
via Detiksport
Kaka: Mourinho faktor penentu
Kaka, Carol dan putri Isabella yang baru lahir (Reuters)
“Kemarin itu adalah pekan besar. Aku berulang tahun, mencetak dua gol (ke gawang Valencia), dan putriku lahir. Kami telah memenangi gelar (Copa del Rey) dan sekarang kami akan menilai diri sendiri di muka Barcelona dua kali (di Liga Champions).
“Aku berharap ini akan berlangsung baik atau lebih baik ketimbang (pertemuan kami) di final Copa del Rey,” tuturnya.
Pertemuan di leg pertama semifinal Liga Champions adalah pertemuan keempat bagi kedua kubu pada musim ini. Sebelumnya, kedua kubu sudah bertemu dua kali di pentas Liga BBVA dan sekali di final Copa del Rey, dengan rekor sekali kalah, sekali seri, dan sekali menang.
via Kompas
Jelang Madrid v Barca: Los Blancos lebih favorit?
Ronaldo dkk. lebih favorit? (Getty Images)
Pep juga membahas mengenai rumor calon wasit yang bakal memimpin pertandingan leg pertama di kandang Madrid nanti. Selentingan kabar yang beredar menyebutkan wasit asal Portugal bakal memimpin jalannnya pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions.
“Kalau saya jadi pelatih Real Madrid, maka saya akan sangat senang,” lugas Pep.
“Kami akan menerima tantangan tersebut. Kami memiliki keyakinan besar dalam diri dan saya memberikan kepercayaan penuh kepada para pemain,” tukas pria berusia 40 itu.
via inilah
Fergie berharap MU vs Madrid di Wembley
MU bakal hadapi Madrid di final Champions? (Getty Images)
“Saya pikir kekalahan 0-5 yang diderita Real membuat Mourinho terluka sangat dalam dan dia tak akan mau mendapat kekalahan seperti itu lagi, itu bisa dipastikan,” lanjut Fergie seperti diberitakan Marca.
Madrid sebagaimana dikatakan Fergie memang berhasil bangkit dari kisah memalukan saat dipecundangi Barca 0-5 pada awal musim. Setelah mampu memaksakan hasil 0-0 pada pertemuan kedua di Santiago Bernabeu, Iker Casillas cs kemudian bisa memetik kemenangan di bentrok ketiga dalam ajang final Copa del Rey.
Kemampuan Madrid dan Mourinho belajar dari kekalahan di pertemuan pertama itulah yang menjadi kunci keyakinan Fergie kalau Madrid akan bisa kembali menaklukkan Barca di semifinal Liga Champions.
“Sejak saat itu (kekalahan 0-5), Real sudah dua kali menghadapi Barcelona, sekali imbang dan sekali menang. Untuk pertandingan itu, final Copa del Rey, dia menaruh Pepe di tengah, bukan di belakang sebagaimana biasanya dan mereka berhasil benar-benar mempengaruhi (permainan) Barcelona,” lanjut Fergie.
Fergie kemudian juga menyebut rasa tertariknya untuk bisa menghadapi Cristiano Ronaldo di final. Namun pelatih asal Skotlandia itu menyadari kalau ada Schalke 04 yang harus lebih dulu disingkirkan sebelum bisa dapat tiket ke Wembley.
“Dia (CR7) menjadi ancaman di pertandingan (Copa del Rey), berlari di belakang mereka (Barcelona). Saya tidak yakin akan bisa menikmati pertemuan dengannya di final tapi cara terbaik untuk mengetahuinya adalah berharap kami ada di sana.
“Dengan begitu kami bisa melihatnya dan memutuskan apa yang kami rasakan. Saya tak ingin cepat merasa puas, pertama kami harus masuk ke final,” tuntas Fergie.
via Detiksport
Pujian Mou untuk Kaka
Kaka tampil baik dengan dua gol & assist (Reuters)
Kepercayaan Mourinho ini dibayar tuntas oleh Kaka. Ia tampil apik dengan beberapa assist dan ikut menyumbangkan dua gol dalam laga yang dimenangi Madrid dengan skor 6-3 tersebut.
“Kaka memainkan laga yang hebat dalam posisi yang sangat saya sukai. Itu adalah posisi yang biasa dia mainkan,” ujar Mourinho di situs resmi klub.
“Kami membutuhkannya dan dia membutuhkan kepercayaan diri yang dia dapat dari pertandingan ini. Orang-orang bisa melihat betapa berbakatnya dia dalam beberapa laga kandang musim ini dan dia akan memulai musim depan dengan cara yang sangat berbeda.
“Saya sangat berbahagia untuknya. Dan untuk anak perempuannya yang akan lahir dalam beberapa hari ke depan,” tuntas pelatih 48 tahun ini.
Musim ini, Kaka memang lebih banyak berkutat dengan cedera. Dia baru tampil 15 kali di semua kompetisi dengan sumbangan enam gol dan empat assist.
via Detiksport
Mou: Madrid menang karena fokus
Kaka & Higuain instrumental dalam kemenangan terakhir Madrid (Reuters)
Menurut Mourinho, kemenangan ini adalah buah dari keseriusan timnya. Dia tak mau meremehkan laga ini meski tengah pekan depan Madrid akan meladeni Barca dalam duel leg pertama semifinal Liga Champions.
“Beberapa pemain mungkin kehilangan fokus setelah pertandingan tak terlupakan (final Copa del Rey), tapi itu bukan masalah hari ini. Kami menyambut laga ini dengan sangat serius, tapi tiga poin adalah yang terpenting sehingga kami bisa terus berjuang selama peluang kami ada secara matematis,” ungkap Mourinho di situs resmi klub.
“Beberapa pekan lalu kami kalah lawan Sporting (Gijon), tapi secara keseluruhan kami merasa baik. Apa yang saya katakan tentang Kaka diterapkan ke seluruh tim,” tambah pria asal Portugal itu.
“Kalau kami bisa mengakhiri musim ini dengan baik dan dengan keyakinan bisa mengalahkan semua tim, kami akan sangat percaya diri menyambut musim depan,” lanjutnya.
“Kalau akhirnya Barcelona memenangi liga, itu akan disebabkan poin yang mereka dapat, bukan karena poin kami yang hilang,” tuntas Mourinho.
via Detiksport
Villa – Messi amankan Barca
Barcelona kemungkinan besar pertahankan gelar La Liga (Getty Images)
Pelatih Pep Guardiola melakukan rotasi dalam laga ini. Lionel Messi, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Pedro dan Gerrad Pique dicadangkan karena mengalami kelelahan usai dua kali bertemu Real Madrid beberapa hari lalu di final Copa del Rey. Posisi mereka pun diisi pemain muda seperti Ibrahim Affelay, Jeffren Suarez dan Thiago.
Meski demikian, Barcelona tetap tampil aktraktif dan mampu mendominasi pertandingan. Beberapa peluang mereka dapatkan, tapi tak satu pun yang berhasil mereka manfaatkan untuk mencetak gol. Baru di menit ke-24, Barcelona berhasil memecah kebuntuan. Umpan silang Jeffren dari sisi kiri berhasil disambar oleh David Villa dengan kaki kanannya.
Unggul 1-0 tak membuat Barcelona mengendurkan serangan. Namun karena tak diperkuat banyak pemain andalannya, Barcelona kerap kesulitan menembus pertahanan ketat Osasuna.
Malah, Osasuna hampir menyamakan kedudukan di menit ke-44. Beruntung Kiper Victor Valdes masih sigap menghalau bola hsil sontekan Damia. Kedudukan 1-0 untuk Barcelona tak berubah hingga babak pertama usai.
Tak banyak berkembang di babak pertama, Guardiola langsung memasukkan dua pemain andalannya di babak kedua. Iniesta, Messi dan Xavi masuk menggantikan Jeffren, Villa dan Milito.
Namun strategi dari Guardiola ini tak membuahkan hasil. Barcelona tetap tak mampu menembus pertahanan Osasuna yang dikomandoi oleh Miguel Flano.
Justru Osasuna yang beberapa kali membuat peluang. Kike Sola, Javad Nekounam, Damia dan Alvaro Cejudo bergantian mengancam gawang Barcelona. Tapi beruntung bagi tuan rumah, peluang tersebut tak berhasil menembus gawang Valdes.
Barcelona akhirnya berhasil menembus pertahanan Osasuna tiga menit jelang pertandingan berakhir. Umpan terobosan dari Daniel Alves langsung disambar Messi. Bola pun masuk ke gawang Osasuna setelah melewati sela kedua kaki Kiper Ricardo. Gol ini jadi gol terakhir dalam laga ini.
Susunan pemain
Barcelona: Victor Valdés, Gabriel Milito (Xavi Hernandez 66), Javier Mascherano, Maxwell, Dani Alves, Sergio Busquets, Seydou Keita, Thiago, Ibrahim Afellay, David Villa (Lionel Messi 58), Jeffrén Suárez (Andres Iniesta 46)
Osasuna: Ricardo, Lolo, Miguel Flaño, Nacho Monreal, Nélson, Krisztian Vadocz, Javad Nekounam, Javier Camuñas, Alvaro Cejudo (Javier Calleja 87), Damia (Walter Pandiani 80), Kike Sola (David Timor 84)
via Kompas
Higuain tiga, Madrid bantai Valencia 6-3
Gonzalo Higuain langsung tiga gol (Getty Images)
Koleksi gol Madrid masing-masing dicetak oleh Karim Benzema, Ricardo Kaka (dua gol), dan Gonzalo Higuain (hat-trick). Sementara Valencia membalas gol lewat Soldado, Jonas dan Alba.
Kemenangan menambah koleksi poin Madrid menjadi 80, atau lima poin di bawah peringkat satu–Barcelona, yang baru akan berlaga beberapa menit setelah berita diturunkan. Valencia sendiri bergeming di posisi tiga klasemen dengan 63 poin. Bagi Valencia, kekalahan ini menjadi rekor terburuk di kandang sendiri dalam sejarah klub tersebut.
Jalan pertandingan
Kedua tim sama-sama masih mencari celah dari lawannya dalam 15 menit pertama. Sejumlah tendangan yang dilepaskan masih sanggup di blok oleh lawannya.
Di menit 16, Valencia mendapat tendangan penjuru. Ever Banega lantas melepas umpan silang di kotak penalti yang disambut oleh Roberto Soldado. Bola tendangan Soldado melenceng.
Karim Benzema melahirkan peluang terbaik Madrid empat menit kemudian. Kaka mengirim umpan kepada Benzema yang dari sudut sempit melepas sepakan yang membentur mistar gawang Valencia.
Valencia kembali dibuat ketar-ketir lewat serangan-serangan Madrid. Pasalnya tak lama kemudian Sergio Canales mengancam dengan tendangan kaki kanannya dari sisi kiri dalam kotak penalti.
Madrid memimpin 1-0 di menit 23. Gonzalo Higuain mengirim slide passing yang membuat Guaita salah perhitungan. Bola diterima Benzema dan dengan sedikit kontrol lantas menceploskan bola ke gawang Valencia.
Belum genap 10 menit, Guaita harus kembali memungut bola dari gawangnya. Higuain menggandakan keunggulan Madrid menjadi 2-0.
Higuian mengejar bola ke sisi lebar lapangan tapi Jeremy Mathieu mengira sanggup untuk menghalangi dan mengirim bola kembali ke Guaita. Akan tetapi bola justru bergerak bebas dan Higuain mencetak gol dengan sliding.
Madrid meninggalkan Valencia 3-0 di menit 39. Kali ini Kaka yang mencetak namanya di papan skor usai memanfaatkan umpan dari Higuain.
Valencia benar-benar remuk redam. Tiga menit kemudian, Higuain mencetak golnya yang kedua alias yang keempat buat Madrid setelah menerima operan mendatar dari Kaka dari sisi kanan lewat serangan balik cepat.
Madrid tak butuh waktu lama untuk menambah golnya di babak kedua. Higuian mencetak hat-trick di menit 53 usai memanfaatkan umpan silang Kaka yang berhasil dikonversi menjadi gol lewat sepakan jarak dekat. Valencia 0, Madrid 5.
Valencia perlahan-lahan bangkit. Tujuh menit berselang tim tuan rumah berhasil mencetak gol balasan yang dicetak Soldado dari hasil tendangan jarak dekat.
Madrid menggenapkan pundi-pundi golnya menjadi setengah lusin di menit 62. Kaka kembali menggetarkan gawang Guaita untuk yang kedua kali melalui kerjasamanya dengan Benzema.
Valencia yang tak mau lebih malu lagi di depan suporternya kembali memperkecil skor di menit 80 lewat gol Jonas hasil umpan Juan Mata. Mata kembali menjadi arsitek gol ketiga timnya yang kali ini diceploskan Jordi Alba lima menit kemudian.
Susunan Pemain:
VALENCIA: Vicente Guaita, Ricardo Costa, Marius Stankoevicius, Jeremy Mathieu, Miguel, Mehmet Topal, Ever Banega, Hedwiges Maduro (Jonas 59′), Juan Mata, Roberto Soldado, Pablo (Joaquin 59′)
REAL MADRID: Iker Casillas, Ricardo Carvalho, Raul Albiol, Nacho, Ezequiel Garay (Pedro Leon 75′), Esteban Granero, Lassana Diarra, Karim Benzema, Sergio Canales (Xabi Alonso 65′), Gonzalo Higuain (Cristiano Ronaldo 67′), Kaka
Barca kehilangan Adriano satu bulan
Adriano mungkin absen sampai musim berakhir (Getty Images)
Akibat cedera ini, pemain Brasil ini harus absen sekitar empat pekan. Dia akan bergabung dengan Bojan Krkic dan Eric Abidal yang lebih dulu berkutat di ruang perawatan.
Dengan demikian, Adriano kemungkinan besar tak akan bisa bermain lagi di sisa musim ini. Satu-satunya peluang buat dia adalah final Liga Champions yang akan digelar pada 28 Mei mendatang, tentu dengan syarat Barca bisa menyingkirkan Madrid di babak semifinal.
Adriano sudah tampil sebanyak 30 kali buat Barca di semua kompetisi pada musim ini. Eks pemain Sevilla ini juga menyumbangkan satu gol.
via Detiksport
Pesan Mou untuk Inter
Mourinho titip pesan untuk Inter (Getty Images)
Jika Mourinho tengah bersuka cita menyusul sukses yang baru didapat, tidak demikian dengan Inter. Setelah terdepak di Liga Champions, kans Nerazzurri jadi kampiun di Seri A kini makin menipis. Tinggal Coppa Italia yang masih berpeluang besar didapat Javier Zanetti cs.
Kegagalan Inter mengulang sukses musim lalu, yang meraih tiga gelar, kembali dapat perhatian dari Mourinho.
“Saya katakan pada Inter kalau musim ini bukanlah musibah jika mereka tak dapat gelar apapun. Mereka harus membangun untuk kejuaraan selanjutnya dan kembali ke jalur kemenangan, karena itu tetap Inter saya,” sahut Mourinho di Football Italia.
Lebih lanjut Mourinho mengingatkan La Beneamata untuk tetap fokus di beberapa pertandingan sisa musim ini. Inter disebutnya paling tidak harus masuk posisi dua besr dan berusaha menjuarai Coppa.
“Apa yang penting sekarang adalah mengamankan posisi kedua di Serie A dan menjuarai Coppa Italia,” tuntas dia.
via Detiksport
20.53
Foot Ball Loverz
0 komentar:
Posting Komentar